CARAPANDANG - Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata senilai USD385 juta (Rp6 triliun) ke Taiwan. Penjualan senjata tersebut mencakup suku cadang untuk jet tempur F-16 dan sistem radar, dilansir dari Al Jazeera.
Badan Kerja sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) berharap, peralatan militer ini mulai dikirim pada tahun 2025. Penjualan ini bertujuan untuk menjaga kesiapan operasional armada F-16 Taiwan dan menandai semakin eratnya hubungan militer kedua negara.
Taiwan menyatakan rasa terima kasih atas dukungan persenjataan ini. Taiwan juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan, menghadapi tekanan militer dari Tiongkok.
Presiden Taiwan, William Lai memulai perjalanan diplomatik ke kawasan Pasifik sejak Sabtu pekan lalu. Ia mengunjungi Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan Palau, serta singgah di Hawaii dan Guam, wilayah AS.
Perjalanan ini menjadi kunjungan luar negeri pertama Lai sejak menjabat pada Mei 2024. Sebelum keberangkatan, Lai menyebut kunjungannya sebagai "era baru demokrasi berbasis nilai" dan berterima kasih kepada pemerintah AS.
Langkah ini memicu kecaman keras dari Tiongkok, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Tiongkok menentang setiap bentuk dukungan internasional terhadap pulau tersebut, termasuk penjualan senjata AS.