Tidak hanya itu, pemerintahan Jepang menjelaskan, terdapat juga lempeng tektonik samudra dari Laut Filipina. Hal ini bisa mengalami subduksi atau perlahan menyelip ke bawah lempeng benua di bawah Jepang.
Lempeng ini tersangkut saat bergerak dan menyimpan energi super besar. Jika terlepas, pastinya mengakibatkan gempa bumi berskala masif.
Kelompok kerja manajemen bencana dari Kantor Kabinet Jepang mengumumkan permodelan mega gempa ini menimbulkan tsunami. Tsunami ini, bisa menewaskan 215 ribu orang, menghancurkan 73 ribu bangunan dan 9.000 bangunan lain kebakaran.
Harap diingat, ini adalah prediksi dan permodelan, bukan ramalan kejadian di masa depan. Namun, Jepang merasa penting untuk membuat proyeksi ini sebagai strategi tanggap bencana di masa depan.