CARAPANDANG - Kantor Pers Vatikan memberikan memberikan pembaruan terbaru mengenai kondisi kesehatan Paus Fransiskus, yang masih dalam keadaan kritis. Meskipun tidak mengalami gangguan pernapasan akut, ia tetap dalam pemantauan ketat, dikutip dari.
Mengutip dari Vatican News, Rabu (26/2/2025), parameter hemodinamiknya juga dilaporkan stabil. Pada malam hari, Paus menjalani CT scan untuk memantau perkembangan pneumonia bilateral yang dideritanya.
Sementara itu, pada pagi hari, setelah menerima Ekaristi, ia kembali melanjutkan aktivitas kerjanya. Meski demikian, prognosisnya masih perlu diawasi dengan hati-hati.
Pembaruan ini diterbitkan oleh Kantor Pers Vatikan, Selasa (25/2/2025) yang rutin mengabarkan kondisi Paus dua kali sehari. Selain pneumonia, Paus juga mengalami insufisiensi ginjal ringan, namun, dokter memastikan bahwa kondisi tersebut masih terkendali.
Dalam pernyataan Senin (24/2/2025) malam, disebutkan bahwa kondisi Paus menunjukkan sedikit perbaikan. Tidak ada gangguan pernapasan seperti asma, dan beberapa hasil tes laboratorium juga menunjukkan kemajuan.
Paus masih menjalani terapi oksigen untuk membantu pernapasannya, meskipun aliran dan kadar oksigen dalam terapi telah sedikit dikurangi. Meski ada tanda-tanda perbaikan, dokter tetap memberikan prognosis yang berhati-hati mengingat kompleksitas kondisi klinisnya.