Di sektor pertanian, petani seperti Abdul Manan (63) yang menggarap lahan seluas sekitar 1,21 hektare di Kabul utara, menghadapi penurunan hasil panen. "Kekurangan air telah mengurangi hasil panen kami dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Salah satu isu sosial paling mendesak adalah penutupan sekolah bagi anak perempuan di atas kelas enam. Arezoo, seorang guru di sekolah swasta di Kabul, menyampaikan kekhawatirannya. "Sistem pendidikan Afghanistan telah mengalami beberapa kemajuan, tetapi jalan bagi siswa, terutama perempuan, sangat sulit. Kami berharap semua sekolah bisa dibuka kembali untuk memberikan masa depan yang lebih cerah bagi Afghanistan," katanya.