"Logam mulia akan mendapat sokongan kuat selama konflik di Timur tengah memanas arau meluas. Pasalnya, itu bisa membuat ekonomi global memburuk," tutur Han Tan, dikutip dari Reuters.
Situasi Gaza, Palestina, makin memburuk.Pengeboman terus terjadi tanpa henti selama lebih dari 24 jam, Selasa-hingga Rabu (1/11/2023).
Mengutip laporanReuters, serangan baru Israel dilakukan termasuk ke kamp pengungsi. Disebut bagaimana rudal Israel menghantam kamp pengungsi padat penduduk di Gaza Utara, Jabalia.
Namun, Han Tan mengingatkan jika harga emas akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed. The Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Jika The Fed masih akan hawkish maka emas bisa tertekan demikian juga sebaliknya. Kebijakan hawkish akan melambungkan dolar AS serta imbal hasil US Treasury.
Penguatan dolar AS membuat emas semakin sulit dibeli sehingga tidak menarik.
Emas juga tidak menawarkan imbal hail sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik. Indeks dolar menguat tajam ke 106,7 kemarin, dari 106, 12 pada hari sebelumnya.
Perangkat FedWatch Tool menunjukkan 97,1% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuan.Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 98,4%.