Pasar saat ini pasar memperkirakan peluang lebih dari 87% untuk penurunan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed bulan September.
Investor kini menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis hari Jumat, sebuah tolok ukur inflasi utama bagi bank sentral AS.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yield) tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama masa ketidakpastian ekonomi.
Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengajukan gugatan yang mengklaim Trump tidak memiliki wewenang untuk mencopotnya dari jabatannya, yang memicu pertarungan hukum yang dapat mengatur ulang norma-norma yang telah lama berlaku bagi independensi bank sentral AS.
"Saya pikir dalam jangka pendek, emas sedang bullish. Saya perkirakan sekitar US$3.700 per troy ons pada akhir tahun," ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. (CNBC)