"Kami ingin memastikan seluruh anak TK/PAUD di Kabupaten Solok memiliki KIA pada tahun 2025," tambah Ricky.
Sekda Medison dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga pendidik dalam sosialisasi program ini. "Kami meminta dukungan guru SD dan TK untuk mendorong orang tua segera mengurus KIA anak-anak mereka. Ini bukan sekadar dokumen, tetapi bagian dari sistem pendidikan dan administrasi kependudukan yang lebih tertata," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa ke depan, layanan publik di RSUD, Puskesmas, Kantor Camat, dan Walinagari akan berbasis digital. "Langkah kecil ini adalah bagian dari transformasi besar menuju pelayanan yang lebih modern dan efisien," pungkasnya.
Acara ini ditutup dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber mengenai pentingnya KIA dalam mendukung administrasi kependudukan dan pendidikan. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat, terutama tenaga pendidik, semakin meningkat dalam membantu percepatan kepemilikan KIA bagi anak-anak Kabupaten Solok.