Beranda Feature Tradisi "Katto Bokko" Tak Lekang Zaman

Tradisi "Katto Bokko" Tak Lekang Zaman

Suasana prosesi adat "Katto Bokko" yang digelar saat panen raya Kekaraengan (Kerajaan) Marusu di Kabupaten Maros, Sulsel (30/3/2025). ANTARA/ Suriani Mappong

0
Xinhua

Panen raya dengan tradisi "Katto Bokko" ini, sekaligus menjadi ajang halal bihalal ketika bertepatan setelah hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Perlakuan pada sistem pertanian sawah adat yang masih menggunakan alat tradisional termasuk menggunakan bajak yang ditarik dengan dua ekor sapi adalah bentuk menjaga kearifan lokal yang ramah lingkungan. Pemupukannya pun masih menggunakan pupuk organik.

Masuk Kalender Wisata

Pelaksanaan "Kattu Bokko" yang dilaksanakan sekali dalam setahun umumnya digelar pada pekan terakhir bulan Maret atau April.

Pemerintah Kabupaten Maros juga memberikan dukungan khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang selalu hadir dan memberikan apresiasi.

Apalagi budaya panen raya seperti "Katto Bokko" ini menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Maros Ferdiansyah merupakan potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi dan menjadi kalender tetap pariwisata Maros.

Sementara itu, Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengatakan, pihak Kerajaan Marusu, masyarakat dan Pemkab Maros dapat saling mendukung untuk pelestarian tradisi panen raya yang sarat dengan kearifan lokal.

Selain itu, dia mengapresiasi prinsip demokrasi yang masih dijunjung tinggi, karena selain melibatkan pemangku adat, juga pemerintah daerah setempat baik dalam penentuan hari pelaksanaan "Katto Bokko" maupun pada acara adat turun sawah atau yang dikenal dengan istilah "Appalili".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here