Foto yang diabadikan pada 1 April 2025 ini menunjukkan operasi penyelamatan seorang wanita yang terjebak dalam reruntuhan di Nay Pyi Taw, Myanmar. Seorang wanita berusia 63 tahun yang terjebak dalam reruntuhan selama 91 jam pascagempa bumi dahsyat di Myanmar berhasil diselamatkan pada Selasa (1/4) di Nay Pyi Taw, seperti dilaporkan Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar (Myanmar Fire Services Department/MFSD). (Xinhua/MFSD)
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin, di Banda Aceh, Selasa, mengungkapkan bahwa gempa pertama terjadi pada Minggu (30/3) pukul 09.58 WIB dengan magnitudo 5,2, dan hingga 1 April, terjadi 46 gempa susulan dengan frekuensi yang bervariasi.
Jumlah korban tewas akibat gempa di Myanmar melampaui 2 ribu orang, sementara ribuan lainnya masih hilang atau terluka. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, sistem layanan kesehatan di negara itu kewalahan akibat lonjakan korban luka.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Gorontalo, Selasa (24/9/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa tersebut tercatat pada pukul 02.51 WIB.
Hal ini memaksa evakuasi besar-besaran di kota terdekat. Video dan gambar yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan bola api besar melesat tinggi ke langit malam dan beberapa ledakan menggelegar di danau sekitar 380 km (240 mil) di sebelah barat Moskow.