Media China juga menyoroti ini. Caixin Global misalnya memuat artikel berjudul "Prabowo's Nephew Becomes Indonesia Deputy Finance Minister" mengutip Bloomberg.
"Investor merasa pesimis dengan penunjukan mendadak ini," muatnya mengutip analis lokal dari Strategi Makro PT Mega Capital Sekuritas, kata Lionel Priyadi.
"Mereka masih skeptis terhadap postur fiskal pemerintahan berikutnya. Masih belum jelas apa platform kebijakan sebenarnya yang dijalankan oleh Prabowo," ujarnya.
"Meskipun Djiwandono mungkin tidak memiliki latar belakang akademis ekonomi, penunjukannya tampaknya tidak menimbulkan masalah bagi pasar," tambahnya memuat ahli strategi kedaulatan Asia di Robeco di Singapura, Philip McNicholas.
"Mungkin fokusnya adalah memastikan implementasi kebijakan ekonomi yang disukai Prabowo," katanya.